Requirements of Ramadhan


The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) has given guidance to the Muslims for each and every thing. He has given detailed instructions on when to start the month of Ramadhan and how to spend time during this month.
Beginning and Ending of Ramadhan: Hazrat Ibn Umar (may Allah be pleased with him) has narrated that: "I heard the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) saying that you should start fasting when you see the moon for the month of Ramadhan and stop fasting when you see the new moon" (Sahih Bukhari, Kitab-ulSaum).
Forgetfulness while fasting: The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) has said: "if some mistakenly eats while fasting he should complete his fast till the evening because surely Allah made him eat and drink" (Sahih Bukhari, Kitab-ul-Saum).
Importance of eating breakfast: Anas relates that the Holy Prophet, peace be upon him, said: "Take breakfast before the fast begins; there is blessing in breakfast" (Bokhari and Muslim), Zaid ibn Thabit relates: We ate breakfast during Ramadhan with the Holy Prophet, peace be upon him said: "The difference between our observance of the fast and that of the People of the Book is eating of breakfast" (Muslim).
Etiquettes of Sehri (food taken at dawn): Sehri is a blessed meal. The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) has said: "This is truly a blessing. One strengthens in oneself the habit of getting up early in the morning and to worship Allah and one can offer humble prayers to Him." The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) also said: "Eat Sehri as there are blessings in eating Sehri" (Sahih Bukhari, Kitab-ul-Saum).
At time of Iftar (opening the Fast): There are some times during the day that are more helpful and assist in prayers being answered, Allah accepts more prayers when the fast is opened. In one saying the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) has reported to have said: "No prayer is rejected at the time of the opening of the fast that is offered by someone who has been fasting" (Sunan Ibn Maja, Al-Abwab Al-Dawat).







Rewards of Fasting


Every act of goodness is rewarded. Rewards are given based on the sincerity of the intention. Fasting is the only worship about which Allah has said that He Himself is the reward for it. This means that one develops such a close relationship with Allah that Allah Himself becomes the helper.
Abu Hurairah relates that the Holy Prophet, peace be upon him, said: "Allah, the Lord of Honor and glory says: All other deeds of man are for himself, but his fasting is purely for Me and I shall reward him for it. The fast is a shield. When any of you is fasting he should abstain from loose talk and noisy exchanges. Should anyone revile him or seek to pick a quarrel with him, he should respond with: I am observing a fast. By Him in Whose hands is the life of Muhammad, the breath of one who is fasting is purer in the sight of Allah than the fragrance of musk. One who fasts experiences two joys: he is joyful when he breaks his fast, and he is joyful by virtue of his fast when he meets his Lord" (Bukhari and Muslim).
Sa'ad ibn Sahl relates that the Holy Prophet, peace be upon him, said: "There is a gate of Paradise called Rayyan through which only those will enter on the Day of Judgment who are regular in observing the fast and no one else. A call will go forth: Where are those who observed the fast regularly? And they will step forth and no one beside them will enter through that gate. After they shall have entered, the gate will be closed and no one else will enter thereby" (Bokhari and Muslim).
Abu Sa'id Khudri relates that the Holy Prophet, peace be upon him, said: "When a servant of Allah observes the fast for a day for the sake of Allah, He thereby repels the Fire from him a distance of seventy years of journeying" (Bokhari and Muslim).
Abu Hurairah relates that the Holy Prophet, peace be upon him, said: "He who observes the fast during Ramadhan out of sincerity of faith and in hope of earning merit will have his past sins forgiven him" (Bokhari and Muslim).
Abu Hurairah relates that the Holy Prophet, peace be upon him, said: "When Ramadhan arrives the gates of Paradise are opened and the gates of hell are locked up and satans are put in chains" (Bokhari and Muslim).


*article from beta.islam

Posted by NurAsh Friday, August 28, 2009 0 comments


Kenapa ye, orang perempuan ni suka simpan cermin dalam beg dia? Sekejap-sekejap tengok cermin, tak cukup dengan cermin mini dalam beg, cermin tandas pun jadi mangsa..kalau lalu sebelah kereta pun sempat jeling cermin gelap kereta tu..”

“amboi..pernah tak fikir, kenapa pula orang laki suka simpan sikat dalm poket seluar dia? Padahal, bukannya rambut dia orang panjang sangat pun macam orang perempuan..kalau poket kau orang tu luas macam poket doraemon, mesti kau orang masukkan brylcream sekali kan?

Wah, nampaknya setiap individu sangat mementingkan penampilan dan personality. Bukankah Rasulullah sendiri cukup menjaga wajah dan penampilannya. Sekalipun terjumpa lopak air ditepi jalan, baginda akan cermin wajahnya melaui biasan air tu. Allah telah menganugerahkan keindahan zahir dan batin untuk wali Allah. Mari kita singkap makna sebenar kejadian Allah yang cantik ini dalam Al-Quran.

Allah s.w.t menyatukan antara keindahan zahir dan batin untuk waliNya. Allah menghias wajah mereka dengan keceriaan dan menghias batin mereka dengan kemampuan melihatnya. Tidak ada yang lebih indah bagi batin mereka, lebih nikmat dan lebih manis kecuali melihat kepada Allah s.w.t. Zahirnya pula, tidak ada yang lebih indah kecuali wajah ceria, bersinar dan gembira.

“Apa pasal kau tersenyum sorang-sorang pagi-pagi buta nie? Baru dapat bunga dari buah hati ke”

“Subhanallah, ke situ pulak…rasa gembira la sebab masih dapat menikmati pagi yang indah nie…”

وَلَقَّهُمْ نَضْرَة وَسُرُورًا (11)

“serta memberikan kepada mereka keindahan yang berseri-seri (di muka) dan perasaan ria gembira (di hati)”

(al-Insan 76:11)

Hati-hati yang sentiasa ingat kepada Allah, jiwanya lebih terbuka, derianya lebih sensitif, pemikirannya lebih rasional, dan setiap langkahnya hanyalah kerana Allah. Elemen-elemen inilah yang menghasilkan rona-rona keindahan pada wajah. Tak perlu touch-up over sangat kerana Allah telah mencurahkan keindahan zahir bagi insan-insan demikian.

Kadang-kadang orang selalu cakap macam ni:

“warna apa sesuai dengan baju nie? Pink nampak menyerlah sangat, ungu nampak suram, putih macam dan biasa sangat la..”

“Hitam kegemaranku, hitam nampak menarik, hitam nampak kemas…serlahkan kejantananku..”

Ini adalah keindahan dan perhiasan zahir

وَلِبَاسُ التَّقوى ذَلكَ خَيْر

“dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya”

(Al-A’raaf:7:26)

Tak perlu Nampak macho dan jelita depan semua orang. Cukuplah anda sendiri selesa dengan penampilan diri anda yang lengkap menutupi apa yang patut. Yang penting anda ikhlas berpakaian keranaNya. (Teringat lirik lagu USHAHIDU nyanyian 5forty2)

Mari dengar cerita budak-budak zaman sekarang

Ada pakai jubah ada separuh telanjang

Ada macam-macam kulit putih tukar hitam

Ikut suka hati apa peduli halal haram

Bukankah Allah tidak menilai luaran sesuatu perkara. Kalau Allah itu menilai luaran sahaja, sudah pasti perniagaan yang paling menguntungkan adalah perniagaan pakaian dan aksesori. Walaupun begitu Islam juga tidak menolak kecantikan dari sudut pemakaian. Yang penting ianya tidaklah keterlaluan sampai orang sebelah pandang pun tak perasan dia bawa mak mentua dia pergi beli belah di Mid Valley. Kalau nak dibincangkan bahagian ni, rasanya kena terbitkan satu buku. Dan terdapat sebuah buku yang menarik dalam simpanan saya. TUTUPLAH TUBUHMU, JADILAH BINTANG SEBENAR oleh Bambang Q.Anes. Memang menarik kalau dibaca.jadi saya syorkan kawan-kawan semua membacanya.( Boleh isi borang pinjaman buku tersebut di bilik saya..hehe)

Ini pula adalah keindahan batin. Penyataan Allah tentang Zulaikha ketika berkata kepada Yusuf.

اخْرُجْ عَلَيهِنَّ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَعْنَ أَيْديَهُنَّ وَقُلْنَ حَشَ لله ما هَذا بَشَرًا إِنْ هَذا إِلاَّ مَلَكَ ٌ كَرِيمٌ (31) قَالَتْ فَذَلكُنَّ الذي لُمْتُنَّنِى فِيهِ . ولَقَد رَوَدَتًّهُ عَن نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ...

keluarlah di hadapan mereka. Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang melihat kecantikan parasnya dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata : Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia! (Zulaikha) berkata: Inilah orangnya yang kamu tempelak aku mengenainya! Sebenarnya aku telah memujuknya berkehendakan dirinya tetapi dia telah menolak dan berpegang teguh kepada kesuciannya,”

(Yusuf:12:31-32)

Kisah Nabi Yusuf ini pernah diadaptasikan ke dalam sebuah novel cinta Islamik yang bertajuk Kisah Cinta Yusuf Dan Zulaikha. (tak nak komen tentang novel tu). Perkara utama yang ingin saya ketengahkan disini ialah, inilah contoh keindahan batin yang Allah telah kurniakan kepada walinya (Nabi Yusuf). Kenapa keindahan wajah Yusuf ini dikatakan sebagai keindahan batin? Zulaikha mengagumi akan wajah Yusuf yang tampan itu lalu mengajaknya untuk melakukan zina. Namun pada masa yang sama, dia juga mengakui akan keindahan batin Yusuf yang menolak ajakan Zulaikha itu untuk mempertahankan kesucian dirinya.

Disebalik keindahan wajah, Allah juga telah mencurahkan keindahan akhlak pada batinnya. Inilah yang dikatakan sebagai keindahan zahir dan batin yang dikurniakan Allah untuk walinya. Jadi kepada wali-wali Allah semuanya, inilah pakej-pakej promosi yang telah Allah sediakan bagi anda yang menggunakan 6 deria anda mendekatiNya.

Posted by NurAsh Friday, August 7, 2009 0 comments

asdiqaa'ie wa ana

Demi Masa. Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian..

Search This Blog

Subscribe here